Jika Bukan Kamu sendiri Yang mengalahkannya, Maka kamu sendiri yang akan terbunuh oleh Waktu

Tampilkan postingan dengan label Tata Krama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tata Krama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Mei 2010

¤ Makan dan Adabnya ¤

> duduk dengan sopan
"Dari Abi juhaifah berkata, rasulullah SAW bersabda adapun sesungguhnya aku tidak makan dalam keadaan bersandar." (HR. At-Turmudzi kitab Al-Ath'amah)
> makan dengan tangan kanan
"dari salim dari bapaknya sesungguhnya rasulullah SAW bersabda ketika salah satu dari kalian makan maka supaya memakai tangan kanan, dan supaya minum dg tangan kanan pula. Maka sesungguhnya syaitan makan dan minum dg tangan kiri." (HR. Muslim kitab Al-Asyribah)
> memulai makan di membaca basmalah dan mengakhiri dg handalah
- "nabi bersabda ketika salah satu kalian makan maka supaya membaca pada asma Allah yg maha luhur. Maka jika lupa diawal dia makan maka supaya berkata dia "bismillahi awalahu wa akhirohu"{dg menyebut nama Allah dari awal sampai akhirnya makan}." (HR. abu Dawud kitab Ath'amah)
- "dari abi said ra. Berkata ketika nabi SAW selesai makan atau minum maka nabi berdo'a "alhamdulillahi ladzi ath'amanã wasaqõnã wa ja'alanã muslimin"." (HR. At-Turmudzi kitab Adda'awat)
- "rasulullah SAW bersabda barang siapa yang setelah makan berdoa "alhamdulillahi ladzi ath'amanî hãdzã warozaqonîhi min ghoiri haulin minni walã quwwah" maka akan diampuni dosa2nya yg telah lalu." (HR. At-Turmudzi kitab Adda'awat)
> mengambil makanan secukupnya, mengambil kembali makanan yg jatuh di tempat yg bersih dan juga dihabiskan
"dari anas sesungguhnya Rasulullah SAW ketika makan maka dia membersihkan pd jari2nya sampai 3 kali. Anas berkata dan Nabi bersabda ketika suapan salah satu dari kalian jatuh maka supaya membersihkan dia dari kotoran dan memakannya kembali, dan jangan meninggalkan sisa untuk syaitan. Dan nabi juga memerintahkan kami untuk menjilati pd tempat makan kami. Beliau bersabda sesungguhnya kalian semua tidak tahu menahu dimana letak barokahnya makanan kalian." (HR. Muslim kitab Al-Asyribah)
"dari jãbir berkata nabi bersabda ketika suapan makan salah satu dari kalian jatuh maka ambillah dan bersihkan dari kotoran, dan supaya makan dia jangan sampai meninggalkan sedikitpun untuk syaitan, dan jangan mengusap (mencuci) tangan kalian sehingga kalian telah menjilati jari2 kalian, karena sesungguhnya kalian tidak tau dimana barokahnya makanan kalian." (HR. Muslim kitab Al-Asyribah)
"siinan bni salamah berkata bertamu padaku siapa nubaisyah karena kebaikan, kemudian kami makan bersama dan dia bercerita sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda barang siapa makan dg sebuah tempat kemudian dia membersihkannya (makan sampai habis) maka akan memintakan ampun pdnya apa wadah makanan." (HR. At-Turmudzi kitab At-Ath'amah)
> tidak meniup makanan
"dari bni abas berkata Rasulullah SAW melarang jika meniup tempat makanan ataupun meniup apa yg didalam tempat makanan." (HR. Abu Dawud kitab Al-Asyribah)
> hendaknya makan mulai dari tepi makanan
"dari bni abas sesungguhnya nabi SAW bersabda adapun barakahnya makanan itu turun pd tengah2, maka mulailah makan dari 2 sisinya dan jangan mulai dari tengah2." (HR. At-Turmudzi kitab Al-Ath'amah)
> hendaknya tidak berbicara ketika mulut masih penuh makanan
> tidak minum disela-sela makan (kecuali karena suatu hal misal tersedak, kepedesan, danlainnya)
> hendaknya mengunyah makanan dg bibir tertutup sehingga kunyahan tidak bersuara.
> tidak memasukkan makanan kedalam mulut sebelum makanan di dalam mulut habis
> tidak terdengar benturan antara sendok dan piring
> tidak melakukan hal2 yg tabu (kentut, bersendawa dan berdahak)
> ketika membersihkan gigi dari sisa2 makanan hendaknya ditutup dg tangan dan tidak membuangnya di hadapan orang lain.
> tidak mencela makanan
"dari abi hurairah berkata nabi SAW tidak pernah mencela makanan sekalipun, kalaupun suka nabi makan dan kalaupun tidak suka nabi tidak makan." (HR. Bukhari kitab Al-Ath'amah)
> hendaknya mendo'akan kpd orang yg menjamu makanan atau yg memberi makan
"dari abdillah bni busrin berkata rasulullah SAW bertamu kpd bapakku. Abdillah berkata lagi maka kami menghidangkan makanan pd nabi sehingga nabi memakannya kemudian kami hidangkan kurma sehingga nabi makan pd kurma tersebut dan nabi membuang biji kurma tersebut dg kedua jari nabi, nabi mengumpulkan jari telunjuk dan jari tengahnya (syu'bah berkata persangkaanku dlm hadistku adl insya Allah nabi meletakkan biji kurma diantara kedua jarinya) kemudian kami hidangkan minuman sehingga nabi meminumnya, kami hidangkan pula minuman dari kanan beliau abdillah berkata ayahku berkata saat nabi sudah mengekang tali kendali tunggangan nabi (waktu nabi sudah akan pergi) berdo'alah kpd Allah untukku nabi pun berdo'a "Allahumma bãrik lahum fî mã rozaqtahum wagfir lahum wãrhamhum (ya Allah barokahkanlah kepada mereka di dlm apa2 yg telah Engkau rizqikan kpd mereka, dan ampunilah juga sayangilah mereka)." (IR. Muslim kitab Al-Asyribah)
> Dalam jamuan makan bersama :
- mendahulukan yg lebih tua
- bila akan mengambil makanan cukup melihat dan langsung di ambil tidak perlu di sentuh satu persatu ataupun di cium
- mengambil makanan yg terdekat
- tidak mengambil makanan yg dihidangkan dg sendok yg sudah digunakan untuk makan
- tidak makan sambil bergurau
> dalam hal makan dg sajian prasmanan hendaknya setelah mengambil makanan yg sewajarnya agar memberi kesempatan kpd yg lain untuk bisa mengambil makanan dg mudah.
> hendaknya makanan yg mendekat kemulut, dan bukan mulut yg mendekat kemakanan.

Sabtu, 08 Mei 2010

Berpenampilan/Berpakaian dan Adabnya

¤ Bagi Perempuan

- Berpakaian rapi, sopan dan benar menurut syariat islam. Berkerudung hingga menutup leher dan dada. Pakaian atap: lengan panjang sampai menutup pergelangan tangan. Pakaian bawah: menutup mata kaki (nglembreh) pakaian tidak boleh ketat, tipis/transparan berdasarkan firman Allah dalam al-Qur'an:
> "Katakanlah kepada wanita yang beriman:"hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara farjinya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka memutuskan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada ruang mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan...(QS. An-Nur:31)
> " Hai nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min :"hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang." (QS. Al-Ahzab:59)
Dan berdasarkan hadist:
"dari shofiah binti abi ubaid sesungguhnya dia menceritakan hadist ini dari umi salamah istri nabi SAW, umi salamah bertanya kepada rasulullah SAW ketika beliau menjelaskan tentang celana bawah, "Adapun bagi perempuan bagaimana ya rasulullah?"nabi menjawab "turunkanlah (nglembreh) satu jengkal. Umi Salamah bertanya lagi " jika sedemikian itu maka akan terlihat (kaki) dari perempuan?" nabi menjawab lagi " maka turunkanlah (nglembreh) sepanjang satu dzira' dan tidak boleh lebih dari itu." (HR. Abu Dawud kitab Al-Libas)
- tidak boleh berpakaian menyerupai laki-laki berdasarkan hadist: "dari bni 'abas ra. berkata rasulullah SAW mela'nati pada laki-laki yang menyerupai perempuan dan dari perempuan yg menyerupai laki-laki." (HR. Al-Bukhori Kitab Al-Libas)
- tidak boleh memakai rambut palsu dan atau memasangkan rambut palsu kepada orang lain.
"Nabi bersabda Allah mela'nati pada perempuan yang menyambung rambut dan minta disambungkan, dan kepada yang mentato dan minta ditato." (HR. Bukhari kitab Al-Libas)
- tidak boleh mencukur gundul pd rambut, ataupun mencukur rambut sehingga menyerupai laki-laki (kalaupun terpaksa harus potong maka maksimal hanya sebatas tulang belikat/dibawah bahu saja)
> "dari ali melarang siapa rasulullah SAW apabila perempuan mencukur gundul pada rambutnya." (HR. An-Nasa'i kitab Az-Zinah)
> "dari bni 'abas ra. berkata rasulullah SAW mela'nati pada laki-laki yang menyerupai perempuan dan dari perempuan yg menyerupai laki-laki." (HR. Al-Bukhori Kitab Al-Libas)
- tidak boleh mencukur alis
" dari alqomah berkata siapa abdullah: Allah mela'nati perempuan yg mentato dan minta ditato, perempuan yg mencukur bulu (rambut) diwajah, yg meratakan gigi untuk kecantikan dg merubah ciptaan Allah yang maha luhur. Dan bagiku tidak akan mela'nati apa yg nabi SAW tdk la'nati, sedangkan nabi sendiri ada didalam kitabillah: dan apa2 yg datang (telah diajarkan) dari rasulmu maka ambillah." (HR. Al-Bukhari kitab Al-Libas)
- tidak berdandan/bersolek secara berlebihan
- tidak boleh memakai wangi-wangian yang semerbak baunya
"dari imran bin hushoin sesungguhnya nabi SAW bersabda: aku tidak mengenakan pelana (kuda/onta) yg terbuat dari sutra, tidak memakai pakaian mu'ashfar (diberi pewarna kuning mu'ashfar) dan tidak memakai baju gamis yg dihiasi sutra. Kotadah berkata: dan mengisyaratkan nabi pd baju gamisnya hasan. Imran berkata Nabi bersabda ingatlah wangi-wangian lelaki itu berbau semerbak dan tidak berwarna, adapun minyak wangi perempuan itu berwarna dan berbau tidak menyengat (semerbak). Sa'id berkata diperlihatkan kepada kotadah, kotadah berkata sesungguhnya orang-orang mengartikan sabda nabi didalam minyak wangi perempuan adalah ketika perempuan itu keluar rumah maka apabila ada disisi suaminya (didalam rumah) maka dipersilahkan memakai minyak wangi yang dia kehendaki." (HR. Abu Dawud kitab Al-Libas)

Pepatah jawa juga mengatakan "ajining diri ana ing lati, ajining raga ana ing busana " jadi apabila kita ingin dihargai orang lain maka supaya bisa menjaga lidah dan penampilan.

Berpenampilan/Berpakaian dan Adabnya

¤ Bagi Laki-Laki

- Berpakaian rapi, sopan dan benar menurut syariat islam. Pakaian bawah tidak dibawah mata kaki (nglembreh) berdasarkan hadist
" dari 'Alaa' bni 'abdirrahman dari ayahnya berkata aku bertanya pada aba sa'id al-khudriy tentang pakaian bawah dia berkata orang yg waspada (pandai) akan bertanya, Rasulullah SAW bersabda pakaian bawah orang islam adalah sampai setengah betis dan tidak dosa atau tidak dosa apabila ada diantara setengah betis dan dua mata kaki, apapun (pakaian bawah) yang ada dibawah mata kaki maka akan berada didalam neraka. Barang siapa yang memanjangkan pakaian bawah karena sombong maka Allah tidak akan melihat padanya." (HR. Abu Dawud Kitab Al-Libas)
- tidak boleh memakai pakaian berbahan sutera dan perhiasan yang terbuat dari bahan emas, berdasarkan hadist :
" dari abi musa al-asy'ariy sesungguhnya rasulullah SAW bersabda diharamkan pakaian sutra dan emas bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan keduanya bagi perempuan dari umatku." (HR. At-Turmudzi Kitab Al-Libas)
- tidak memakai celana yang dilubangi / dirobek-robek, ketat dan ditempeli stiker
- tidak boleh berpakaian menyerupai wanita, berdasarkan hadist :
"dari bni 'abas ra. berkata rasulullah SAW mela'nati pada laki-laki yang menyerupai perempuan dan dari perempuan yg menyerupai laki-laki." (HR. Al-Bukhori Kitab Al-Libas)
- tidak boleh mewarnai rambut dengan warna hitam ataupun warna yang mencolok ataupun yg dipandang tidak pantas.
- memotong rambut dengan rapi berdasarkan hadist :
" dari abi hurairah sesungguhnya rasulullah SAW bersabda barang siapa yang ada baginya rambut maka supaya memulyakan (merapikan) pd rambut." (HR. Abu Dawud kitab At-Tarojjil)
- merapihkan kumis memelihara jenggot, berdasarkan hadist :
> "dari bni umar ra. sesungguhnya rasulullah SAW bersabda termasuk perkara bersuci adalah memotong bulu kemajuan, memotong kuku dan merapikan kumis." (HR. Bukhari kitab Al-Libas)
> "dari bni umar berkata rasulullah SAW bersabda menyelisihilah kalian dari orang-orang musyrik, potonglah kumis dan biarkanlah jenggot." (HR. Muslim kitab At-Thoharoh)

Jumat, 07 Mei 2010

Akhlakul karimah

¤ Allah berfirman : dan sesungguhnya engkau (muhammad) niscaya atas budi pekerti yang agung. (QS. Al-Qolam:4)
¤ Rasulullah SAW bersabda : sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan baiknya budi pekerti. (HR. Ahmad)
¤ Rasulullah SAW bersabda : lebih sempurnanya keimanan orang-orang yang beriman adalah orang yang lebih baik budi pekertinya. (HR. Abu Dawud dalam Kitab As-Sunnah)