Malam-malam yang indah
Bercengkrama bersama di pembaringan
Mengistirahatkan lelahnya raga sang perjuang
Dari perjuangan akan sebuah kehidupan
Menatap atap menghitung sisa hari
Bercerita tentang hujan, tentang angin
Tentang godaan tentang cobaan yang mengikuti
Malam-malampun kian larut
Larut
Hanyut
Surut
Semua kisah ...
Jika Bukan Kamu sendiri Yang mengalahkannya, Maka kamu sendiri yang akan terbunuh oleh Waktu
Selasa, 10 November 2015
Kamis, 09 Oktober 2014
Rembulan Merah
Tema
Puisi Hati
Ini kisah tentang rembulan berwarna merah
Merah emas yang bukan merah darah
Kilaunya cahya keagungan
Kuasa Kebesaran Sang Pencipta Alam
Kokoh rembulan berikan keteduhan
Perlindungan para penghuni malam
Penerang dalam kegelapan
Penunjuk jalan para pengelana
Rembulan berwarna merah
Kilaunya emas bukan merah darah
Kilaukan cahya keagungan
Tanda Kebersaran Sang Illah
Merah emas yang bukan merah darah
Kilaunya cahya keagungan
Kuasa Kebesaran Sang Pencipta Alam
Kokoh rembulan berikan keteduhan
Perlindungan para penghuni malam
Penerang dalam kegelapan
Penunjuk jalan para pengelana
Rembulan berwarna merah
Kilaunya emas bukan merah darah
Kilaukan cahya keagungan
Tanda Kebersaran Sang Illah
Kamis, 02 Oktober 2014
Antara Cinta, Mimpi, dan Rindu
Tema
Puisi Hati
Dan benih-benih rindu pun menguat
Mengakar kokoh dalam sanubari pusat
Menutup logika yang mulai berkarat
Saat kembali hadir mimpi yang tersirat
Harapkan rindu menjelma menjadi nyata
Seperti benih yang ternamam
Akan tumbuh menjadi pohon kehidupan
Menyejukkan jiwa dari kekeringan
Harapkan pohonnya rindu berbuah cinta
Cinta dua jiwa bertahta asmara
Cinta penuntun jiwa tanpa arah
Pada hidup penuh arti berkah
Dan pada akhir mimpi terucap
Tuhan, tuntunkan mimpi-mimpi menjadi nyata
Senyata Kalam yang Engkau sirat
Menjadi penuntun arahnya ke surga
Selasa, 16 September 2014
ALIT
Tema
Puisi Hati
Kurus kering berpeluh keringat
Wajah lugu nan polos penuh semangat
Menyebrang pulau tuk pergi sekolah
Alit putra pertiwi harapan bangsa
Tubuh kurusmu tulang berbungkus kulit
Senyum lugu penghias lesung pipit
Terbata kau ejakan Indonesia yang tak fasih
Logat kental bahasa ibu terasa bersilih
Alit pengen sekolah Mak …
Polos kau ucapkan sebaris kata
Kata sederhana penuh makna
Penuh impian terpendam si anak desa
Harapan tumpuan masa depan bangsa
Mak…
Maafkan anakmu Mak...
Tak pantas anakmu ini kan terima doamu
Tak sanggup anak melawan tikus-tikus itu Mak,
Tikus rakus pun berdasi biru Mak,
Sembunyi di bilik kedok lembaran kertas
Cegahpun larang Alit nak sekolah
Maaf Mak . . .
Anak tak bisa berbuat
Wajah lugu nan polos penuh semangat
Menyebrang pulau tuk pergi sekolah
Alit putra pertiwi harapan bangsa
Tubuh kurusmu tulang berbungkus kulit
Senyum lugu penghias lesung pipit
Terbata kau ejakan Indonesia yang tak fasih
Logat kental bahasa ibu terasa bersilih
Alit pengen sekolah Mak …
Polos kau ucapkan sebaris kata
Kata sederhana penuh makna
Penuh impian terpendam si anak desa
Harapan tumpuan masa depan bangsa
Mak…
Maafkan anakmu Mak...
Tak pantas anakmu ini kan terima doamu
Tak sanggup anak melawan tikus-tikus itu Mak,
Tikus rakus pun berdasi biru Mak,
Sembunyi di bilik kedok lembaran kertas
Cegahpun larang Alit nak sekolah
Maaf Mak . . .
Anak tak bisa berbuat
Minggu, 19 Mei 2013
BEKUKAN KASIH
Tema
Puisi Hati
malam ini hujan yang menyapakuhingga rebulan dan bintang pun tak nampak
hanya guntur dikejauhan yang setia berseru
memanggil hati menari bersama
Tuhan rindukah aku?
pada hati yang pernah ku rindu?
pada jiwa yang menemaniku?
pada belai yang menghangatkan ku?
Tuhan bekukan aku
tetapkan aku
pada kehangatan mimpi
pada kasih tak bertepi
^_^
Senin, 01 April 2013
OPERA II
Tema
Puisi Hati
Dipatok ayam cacing-cacing lari sembunyi
Sembunyi lari kelobang gali
Cacing diam melingkar ngeri
Sembari memuji Tuhan bilang takut mati
Ayam berkokok kaki mengais-kais
Di atas kepala alap alap mulai mengintip
Menukik kalap anak ayam coba ditangkap
Barisan ayam kocar-kacir cari selamat
Di atap genting camar tua terkekeh
Lihat ayam lari berceloteh
Siapkan pisau garpu siap makan
Santap siang siapa saja yang mati terkapar
Dari jauh kambing berjenggot mengembek
“dasar opera kelas tempe”
Jakarta, Desember 2012
Sembunyi lari kelobang gali
Cacing diam melingkar ngeri
Sembari memuji Tuhan bilang takut mati
Ayam berkokok kaki mengais-kais
Di atas kepala alap alap mulai mengintip
Menukik kalap anak ayam coba ditangkap
Barisan ayam kocar-kacir cari selamat
Di atap genting camar tua terkekeh
Lihat ayam lari berceloteh
Siapkan pisau garpu siap makan
Santap siang siapa saja yang mati terkapar
Dari jauh kambing berjenggot mengembek
“dasar opera kelas tempe”
Jakarta, Desember 2012
OPERA I
Tema
Puisi Hati
Serigala-serigala malam melonglong
Anjing-anjing menggonggong minta tolong
Tulang dikubur kena colong
Anak kucing mengeong bengong
Anjing geram mulai berpolah
Induk kucing kena tulah
Kejar-kejaran di lorong-lorong sampah
Tikus-tikus mengumpat sumpah serapah
Maling-maling duduk bersila
Tonton anjing ribut dibalik kaca
Dibui serasa di villa
Rumah-rumah jadi hutan belantara
Serigala-serigala malam mulai melonglong lirih
Jakarta, Desember 2012
Anjing-anjing menggonggong minta tolong
Tulang dikubur kena colong
Anak kucing mengeong bengong
Anjing geram mulai berpolah
Induk kucing kena tulah
Kejar-kejaran di lorong-lorong sampah
Tikus-tikus mengumpat sumpah serapah
Maling-maling duduk bersila
Tonton anjing ribut dibalik kaca
Dibui serasa di villa
Rumah-rumah jadi hutan belantara
Serigala-serigala malam mulai melonglong lirih
Jakarta, Desember 2012
Kota Sabun
Tema
Puisi Hati
Kocak dikocok biar cocok
Sambil makan di empang kaki ngangkang
Pandemik kumpul dipendopo saling cokol
Pendeta saling kudeta nyi ratu berkapar
satu negeri jadi opera badut
Rakyat coba lari saling hengkang
Diraja jadi lakon cari dalang
eh kota sabun...
ada anak benjut mak-mak pada ribut
saling tuduh saling cari teduh
satu pala batu satu pala alu
fuuhhh...
kota sabun pasang sampul
emban nantang tuan
coreng muka pake arang
Jakarta, 29 Maret 2013
Sambil makan di empang kaki ngangkang
Pandemik kumpul dipendopo saling cokol
Pendeta saling kudeta nyi ratu berkapar
satu negeri jadi opera badut
Rakyat coba lari saling hengkang
Diraja jadi lakon cari dalang
eh kota sabun...
ada anak benjut mak-mak pada ribut
saling tuduh saling cari teduh
satu pala batu satu pala alu
fuuhhh...
kota sabun pasang sampul
emban nantang tuan
coreng muka pake arang
Jakarta, 29 Maret 2013
Selasa, 05 Februari 2013
TUHAN BERKALAM LEWAT IBU BUMI
Tema
Puisi Hati
Dan pada akhirnya pun kau tetap mengutuk
Meruntuk pada dambaan ibu bumi
Satu hal saat ibu bumi terbatuk
Saat ibu bumi mulai merasa letih
Dari tanah merahnya dia beri kau rumah
Dari embunnya dia beri kau kesegaran
Dari padi tiga musim dia beri kau makan
Bahkan rumbiapun sempat kau jadikan atap
Semua milik ibu bumi
Ayolah...
Kamu tau kau tidak pandai merajuk
Kau tidak pula pandai mengutuk
Kemarilah...!!
Mari berasama kita pelajari
Arti sepenggal kata memberi
Arti secuil kata berbagi
Atau cuma sekedar berjalan beriring
Bukankah Tuhanku Tuhanmu mengajarkan itu?
Meruntuk pada dambaan ibu bumi
Satu hal saat ibu bumi terbatuk
Saat ibu bumi mulai merasa letih
Dari tanah merahnya dia beri kau rumah
Dari embunnya dia beri kau kesegaran
Dari padi tiga musim dia beri kau makan
Bahkan rumbiapun sempat kau jadikan atap
Semua milik ibu bumi
Ayolah...
Kamu tau kau tidak pandai merajuk
Kau tidak pula pandai mengutuk
Kemarilah...!!
Mari berasama kita pelajari
Arti sepenggal kata memberi
Arti secuil kata berbagi
Atau cuma sekedar berjalan beriring
Bukankah Tuhanku Tuhanmu mengajarkan itu?
Senin, 04 Februari 2013
TERSUNGKUR DALAM MIMPI
Tema
Puisi Hati
Mimpiku semalam kelam mencekam
Menyuplayku dengan rasa takut yang teramat dalam
Aku takut bangun dan terhenyak
Aku takut kan tiada lagi dapat serawak
Lari pun ku tiada bergerak
Langkah pun serasa tiada serentak
Kelam tak terelak
Tersungkur dalam telak
Bangkitkan aku
Bangunkan aku
Kuatkan aku
Kokohkan aku
Melangkah aku
Kan lari aku
Menantang aku
Kan melawan aku
Tak mau aku menyerah
Tak ingin aku kalah
Tegakkan kalam
Hingga kembaliku ke alam
Menyuplayku dengan rasa takut yang teramat dalam
Aku takut bangun dan terhenyak
Aku takut kan tiada lagi dapat serawak
Lari pun ku tiada bergerak
Langkah pun serasa tiada serentak
Kelam tak terelak
Tersungkur dalam telak
Bangkitkan aku
Bangunkan aku
Kuatkan aku
Kokohkan aku
Melangkah aku
Kan lari aku
Menantang aku
Kan melawan aku
Tak mau aku menyerah
Tak ingin aku kalah
Tegakkan kalam
Hingga kembaliku ke alam
Senin, 21 Januari 2013
KERATON LAWAK
Tema
Puisi Hati
Ini negeri wayang
Ini negeri dongeng
Adipati siaga pasang kuda-kuda
Keris dipinggang siap dihunus
Perompak lari tunggang-langgang
Kalah gesit perompak diringkus
Adipati jaya kondang kaloka
Kesohor dari pelosok hingga kota raja
Negeri tentram tanah subur
Rakyat aman hidup makmur
Ini negeri panggung
Negeri sandiwara
Kaum keraton jadi pelawak
Biar kesohor nyanyi kocak
Kuda besi jalan main tabrak
Belum lagi para algojo main labrak
Ada lagi paman patih main ambil upeti
Lumbung kraton kosong diambil sembunyi-sembunyi
Ratu adil malah dimusuh lawan seribu
Ratu adil cuma satu cuma dianggep badut lucu
e...
Negeri lawak
Negeri kocak
Jakarta, 13 Januari 2013
Ini negeri dongeng
Adipati siaga pasang kuda-kuda
Keris dipinggang siap dihunus
Perompak lari tunggang-langgang
Kalah gesit perompak diringkus
Adipati jaya kondang kaloka
Kesohor dari pelosok hingga kota raja
Negeri tentram tanah subur
Rakyat aman hidup makmur
Ini negeri panggung
Negeri sandiwara
Kaum keraton jadi pelawak
Biar kesohor nyanyi kocak
Kuda besi jalan main tabrak
Belum lagi para algojo main labrak
Ada lagi paman patih main ambil upeti
Lumbung kraton kosong diambil sembunyi-sembunyi
Ratu adil malah dimusuh lawan seribu
Ratu adil cuma satu cuma dianggep badut lucu
e...
Negeri lawak
Negeri kocak
Jakarta, 13 Januari 2013
MIMPI JALANAN
Tema
Puisi Hati
Sekecil bintang dilangit mimpi dilabuhkan
setinngiannya mimpi itu dititipkan
Sederhana dihadapkan
namun tinggi kan dicapaikan
dan jika menghampirimu
kau usiknya dengan tidur nyenyakmu
puas menyeringai dengan culas
Kelambali terhenyak dalam kepulasan
kamu bilang mimpi itu hanya bunga tidur
besok dia tidak akan berani menghampiri lagi
oh, tapi tidak...
tidak bagi mereka yang tidur dijalanan
jalan beraspal penuh debu dan asap
mimpi sebuah anugerah
sebuah harapan
sebuah impian
dan sebuah jalan baru
menempuh kehidupan baru setelah bangun terhenyak
bermodalkan mimpi yang mengilhami dari nyenyak
dengan satu tekat berbeludru selicin minyak
kan digapainya satu asa, bangkit dari rasa terkoyak
Jakarta, 12 Januari 2013
setinngiannya mimpi itu dititipkan
Sederhana dihadapkan
namun tinggi kan dicapaikan
dan jika menghampirimu
kau usiknya dengan tidur nyenyakmu
puas menyeringai dengan culas
Kelambali terhenyak dalam kepulasan
kamu bilang mimpi itu hanya bunga tidur
besok dia tidak akan berani menghampiri lagi
oh, tapi tidak...
tidak bagi mereka yang tidur dijalanan
jalan beraspal penuh debu dan asap
mimpi sebuah anugerah
sebuah harapan
sebuah impian
dan sebuah jalan baru
menempuh kehidupan baru setelah bangun terhenyak
bermodalkan mimpi yang mengilhami dari nyenyak
dengan satu tekat berbeludru selicin minyak
kan digapainya satu asa, bangkit dari rasa terkoyak
Jakarta, 12 Januari 2013
SINGGASANA SUNYI
Tema
Puisi Hati
Cinta begitu aku memanggilmu
entah mengapa aku begitu rindu tatkala jauh
dan entah mengapa semakin bertambah sayang ini tatkala semakin dekat denganmu
Cinta kau membunuhku dengan gejolak ini
Kau menikamku dengan cara yang tak pasti
kau membiusku dalam kebisuan hati
Cinta aku memanggilmu
berjalan beriring mniti jalan yang dituju
tertawa riang dalam hari penuh haru
Cinta aku ingin bersamamu
mengarungi sisa hari yang kian membiru
Bersamamu aku ingin dalam cahya rindu
Cinta bisikanlah kata-kata itu saat ku mati
Saat berbaring kita dalam singgasana sunyi
Saat hati kita membeku dalam kasih abadi
Jakarta, 11 Januari 2013
entah mengapa aku begitu rindu tatkala jauh
dan entah mengapa semakin bertambah sayang ini tatkala semakin dekat denganmu
Cinta kau membunuhku dengan gejolak ini
Kau menikamku dengan cara yang tak pasti
kau membiusku dalam kebisuan hati
Cinta aku memanggilmu
berjalan beriring mniti jalan yang dituju
tertawa riang dalam hari penuh haru
Cinta aku ingin bersamamu
mengarungi sisa hari yang kian membiru
Bersamamu aku ingin dalam cahya rindu
Cinta bisikanlah kata-kata itu saat ku mati
Saat berbaring kita dalam singgasana sunyi
Saat hati kita membeku dalam kasih abadi
Jakarta, 11 Januari 2013
Selasa, 08 Januari 2013
PUJIAN KEMATIAN
Tema
Puisi Hati
Sekali lagi pena telah diangkat
Tinta-tinta pun telah mengering
Ranting2 belumlah henti bersyahadat
dan daun2 tiada henti bertasbih
segala puja-puji mengalun menjadi sebuah melodi
Musik perenung kesejukan hati
ah, alamku memuji pada satu yang hakiki
pada titian kasih dari illahi
tapi...
kawanku...
dambaanku...
belahan jiwaanku...
segala dalam rengkuhanku...
aku belum melihatnya berhenti
berhenti memaki
berhenti mencaci
berhenti meneriaki
ah...
apa yang membuatmu berhenti nanti?
mungkinkah kau tunggu mati?
Jakarta, 4 januari 2013
Tinta-tinta pun telah mengering
Ranting2 belumlah henti bersyahadat
dan daun2 tiada henti bertasbih
segala puja-puji mengalun menjadi sebuah melodi
Musik perenung kesejukan hati
ah, alamku memuji pada satu yang hakiki
pada titian kasih dari illahi
tapi...
kawanku...
dambaanku...
belahan jiwaanku...
segala dalam rengkuhanku...
aku belum melihatnya berhenti
berhenti memaki
berhenti mencaci
berhenti meneriaki
ah...
apa yang membuatmu berhenti nanti?
mungkinkah kau tunggu mati?
Jakarta, 4 januari 2013
SANDIWARA PUJANGGA PENDUSTA DALAM RINDU DAN CINTA
Tema
Puisi Hati
biarlah sang bayu kini yang menderuku dalam rindu
biarlah mentari esok yang kan menghangatkanku dalam cinta
aku selalu rindu
aku selalu cinta
Aku hanya lelah bermain
aku pun hanya lelah bersua
tapi aku tidak perlah lelah memiliki
dan aku juga tidak lelah kan bercerita
tentang sandiwara
tentang para pujangga
tentang para pendusta
dan aku selalu rindu
aku juga selalu cinta
rindu mengabarkan tentang kamu
bercinta dalam kesatuan kita
Rinduku kan terus bergaung
Cintaku kan terus bersemayam
Jakarta, 4 Januari 2013
biarlah mentari esok yang kan menghangatkanku dalam cinta
aku selalu rindu
aku selalu cinta
Aku hanya lelah bermain
aku pun hanya lelah bersua
tapi aku tidak perlah lelah memiliki
dan aku juga tidak lelah kan bercerita
tentang sandiwara
tentang para pujangga
tentang para pendusta
dan aku selalu rindu
aku juga selalu cinta
rindu mengabarkan tentang kamu
bercinta dalam kesatuan kita
Rinduku kan terus bergaung
Cintaku kan terus bersemayam
Jakarta, 4 Januari 2013
CINTA TIGA TITIK
Tema
Puisi Hati
Sungguhpun aku tidak bisa berdiri di tiga titik sekaligus
Bahkan sempat aku ingin menyerah mengaku kalah
Tapi itu tidak adil bagiku, baginya, dan bagimu
Kini aku hanya bisa pasrah di kehadirat yang kuasa
Meskipun ...
Di hatiku hanya satu cinta untuk-Nya
Dan untuk kalian semua itu hal luar biasa
Insya Allah ...
Taukah engkau ...
Manisnya ukhuwah itu seperti manisnya buah kurma
Kalau tidak dimakan buah itu,
Dari mana dapat manisnya...
Dan masih berharap jawab akan dua tanya
Semoga didapat pada akhir kisah cerita
Cinta bertemu rindu dalam sangkar
Seperti fajar bertemu mentari dalam binar
Jakarta, 7 Januari 2013
Bahkan sempat aku ingin menyerah mengaku kalah
Tapi itu tidak adil bagiku, baginya, dan bagimu
Kini aku hanya bisa pasrah di kehadirat yang kuasa
Meskipun ...
Di hatiku hanya satu cinta untuk-Nya
Dan untuk kalian semua itu hal luar biasa
Insya Allah ...
Taukah engkau ...
Manisnya ukhuwah itu seperti manisnya buah kurma
Kalau tidak dimakan buah itu,
Dari mana dapat manisnya...
Dan masih berharap jawab akan dua tanya
Semoga didapat pada akhir kisah cerita
Cinta bertemu rindu dalam sangkar
Seperti fajar bertemu mentari dalam binar
Jakarta, 7 Januari 2013
Senin, 03 Desember 2012
Antara Aku dan Kamu
Tema
Puisi Hati
Aku memanggilnya mawar
Aku memanggilnya rembulan
Aku memanggilmu embun
tapi siapa yang aku panggil dengan kamu sendiri?
tanpa perumpamaan
tanpa siluet padanan
tanpa kata nama lain
aku hanya ingin menyebutmu dengan kamu...
dan kamu menjadi diri kamu sendiri...
Kamis, 15 November 2012
Pulang
Tema
Puisi Hati
Teki yang bergoyang tertiup sang bayu
Mengikuti alunannya menuntun jiwanya hingga layu
Terkapar daam terik sang mentari
Hingga mati nanti dalam sendiri tanpa pelangi
Teki kering yang mulai menguning
Tidak berbunga tak pula berbuah
Hanya berbatang rapuh nan kering
Serta sedikit daun runcing yang tersisa
Teki kering yang kian sekarat
Tersudut diujung jalan yang beraspal
Berteriak pasif tanpa ada jawab
Bergoyang dengan lara penuh harap
Teki kering nan kuning menunggu ajal
Dari pintu dua dunia menyapa
Menyampaikan kalimat singkat bermakna padat
Berharap akan ada bersama selamat kita tersemat
Dan tekipun kian sekarat
Dengan nyawa meregang meratap
Berteriak penuh parau bakleher tercekat
Sudah saatnya kita merapat
serta lirih dia berujar
"Tuhan kami pulang..."
Mengikuti alunannya menuntun jiwanya hingga layu
Terkapar daam terik sang mentari
Hingga mati nanti dalam sendiri tanpa pelangi
Teki kering yang mulai menguning
Tidak berbunga tak pula berbuah
Hanya berbatang rapuh nan kering
Serta sedikit daun runcing yang tersisa
Teki kering yang kian sekarat
Tersudut diujung jalan yang beraspal
Berteriak pasif tanpa ada jawab
Bergoyang dengan lara penuh harap
Teki kering nan kuning menunggu ajal
Dari pintu dua dunia menyapa
Menyampaikan kalimat singkat bermakna padat
Berharap akan ada bersama selamat kita tersemat
Dan tekipun kian sekarat
Dengan nyawa meregang meratap
Berteriak penuh parau bakleher tercekat
Sudah saatnya kita merapat
serta lirih dia berujar
"Tuhan kami pulang..."
Senin, 29 Oktober 2012
Sumpah Pemuda
Tema
Puisi Hati
Pemuda mana sumpah lantangmu dulu...!!!
Penuh gegap, penuh gempita
Kau teriakkan lantunan sumpahmu
Tiga baris kalimat dalam secarik kertas
Pemuda, kau sumpahkan jiwamu
Pemuda, kau sumpahkan ragamu
Pemuda, kau sumpahkan pula semangatmu
Pemuda, mana sumpahmu dulu...!!!
Masih berdenging gendang kuping kami
Bukan masa mudamu yang kau sumpahkan
Tapi kau serah kan semuakan isi hati
Diri saudaramau, dalam putra putri bangsa yang kau anggap
Pemuda, kami masih menunggu
Kobaran jiwa semangat merahmu
Langkah tegap hati putihmu
Bangkitkan tanah raya negerimu
Senin, 24 September 2012
Cahaya Cinta
Tema
Puisi Hati
sesaat jiwaku tertegun
terbangun dari mimpi semu
tebarkan hasrat cinta
hanya dalam sekejap mata
begitu berat tuk kusadari
arti semu banyang ini
Dan sekarang aku telah terbangun
tuk berikan semua cintaku
sekarang sudah tidak ada lagi temaram
karena ada cahaya terang
yang tersirat dari lilin kalbu
sewujud cinta-Mu
Cinta yang Agung
terbangun dari mimpi semu
tebarkan hasrat cinta
hanya dalam sekejap mata
begitu berat tuk kusadari
arti semu banyang ini
Dan sekarang aku telah terbangun
tuk berikan semua cintaku
sekarang sudah tidak ada lagi temaram
karena ada cahaya terang
yang tersirat dari lilin kalbu
sewujud cinta-Mu
Cinta yang Agung
Langganan:
Postingan (Atom)
